Sebagai manusia, kita dilahirkan dengan berbagai macam kelebihan. Yang terkadang, kelebihan satu orang dengan orang yang lain tidaklah sama. Mungkin, bisa dikatakan sama secara general tapi untuk spesifikasi detailnya pastilah akan ada banyak perbedaan.
Begitu pula dengan tipe manusia. Banyak dari kita yang memiliki tipe terfokus, yang hanya bisa mengerjakan pekerjaan satu-persatu. Ada pula tipe yang sering kita dengar adalah multi-tasking, orang dengan tipe ini biasanya bisa mengerjakan pekerjaan lebih dari satu macam dalam satu waktu. Keren ya? Eits...tunggu dulu, masing-masing juga ada kekurangannya lho (based on my version).
Berdasarkan pengamatan dari penulis, biasanya tipe orang terfokus itu memang kerjaannya akan bisa terselesaikan dengan maksimal, dan bahkan mendekati perfect. Biasanya tipe ini juga dimiliki oleh orang-orang perfectionist, yang menuntut kesempurnaan (walau tidak setiap saat). Namun, walau hasilnya maksimal, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya pun akan lebih lama jika dibandingkan dengan tipe orang yang lain. Bisa jadi, ini dikarenakan oleh orientasi hasil yang diinginkan sehingga membuat orang dengan tipe ini benar-benar harus totalitas dengan apa yang dikerjakannya.
Sedangkan, kebalikan tipe dari tipe sebelumnya yaitu multi-tasking, biasanya orang dengan tipe ini kerjaan yang dilakukannya akan bisa dikerjakan dengan lebih cepat, namun terkadang hasilnya kurang maksimal. Ini dikarenakan, banyak pekerjaan yang dikerjakan dalam satu waktu. Memang banyak dari pekerjaannya yang bisa terselesaikan, namun orientasinya bukan pada hasil melainkan kecepatan. Sehingga, hasil dari pekerjaannya pun terkadang dirasa kurang maksimal.
To be continued...
Rabu, 18 September 2019
Senin, 02 September 2019
Managing the Choice of Life
Terkadang, untuk bisa
menekan ego, kita membutuhkan tekanan yang sudah pasti lebih sering untuk tidak mengenakkan. Tekanan
yang sering meruntuhkan niat awal kita dan membuat kita merasa ingin menyerah
dan menuruti ego kita. Tekanan tersebut adalah paksaan. Paksaan untuk tidak
melakukan apa yang ego kita inginkan.
Benarlah adanya jika
diawal akan melelahkan dan sama sekali tidak menyenangkan namun, dari sinilah
kita belajar untuk meneraturkan apa yang seharusnya ada dalam hidup kita. Bukan
berdasarkan keinginan semata, melainkan berdasarkan skala kebutuhan kita.
Awalnya memang akan
terasa berat, tapi seiring berjalannya waktu, rasa berat itu secara perlahan
akan memudar dan berganti dengan kerelaan.
Apakah serta merta bisa seperti
itu?
Jawabannya sudah jelas,
pasti tidak. Tidak bisa secara singkat bisa menumbuhkan rasa kerelaan itu.
Tentu segala proses perubahan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun
jangan lantas mengurungkan niat kita untuk bisa melakukan perubahan.
Yakinlah bahwa sedikit
demi sedikit apa yang kita lakukan dengan keterpaksaan itu akan berubah menjadi
kebiasaan dan akan menimbulkan kerelaan.
Hanya perlu sedikit waktu
lebih lama untuk bersabar dan mengalah dengan ego kita. Prioritaskan hanya pada
apa yang menjadi kebutuhhan kita, bukan keinginan kita. Karena, jika
berdasarkan keinginan, maka tak akan ada habisnya apa yang kita inginkan
tersebut dan akhirnya akan merugikan diri kita sendiri.
Be wise in managing your
choice of life.
Langganan:
Postingan (Atom)