Selasa, 22 Desember 2020

Prasangka

 Setiap diri dari kita, tak ubahnya memiliki dua sisi yang persentase nya tidak ada yang mampu memahami. Tak ada yang tahu pasti, entah itu lebih banyak di sisi positif ataupun malah sebaliknya, lebih mendominasi disisi negatif tanpa kita sadari. 

Padahal, jika kita mau lebih memahami keagungan-Nya, tak akan ada yang tidak baik untuk kita hambanya, walau terkadang salah dan khilaf sering menghiasi hidup kita. Hanya, dari kitalah yang belum bisa mengambil hal positif dari apa yang diberikan-Nya. Ketika apa yang terjadi di kehidupan kita tidak sesuai dengan apa kehendak kita, banyak terlontar dari mulut kita tentang kenegatifan, tentang (mungkin) Tuhan yang kurang menyayangi kita, tentang ketidak terimaan kita terhadap apa yang terjadi, dan masih banyak lagi yang menghiasi otak kita berkaitan dengan kenegatifan yang menyertai ketidak sesuaian kejadian tersebut.

_to be continued

Rabu, 30 September 2020

Be The Best Version of You

Puncak dari suatu pencapaian adalah penghargaan. Inilah yang tak akan ternilai walau dengan materi sekali pun, karena materi bukanlah bentuk terbesar dari apresiasi penghargaan tersebut. Materi hanyalah wujud dari sejengkal penghargaan. Ada yang lebih besar dari nilai materi itu sendiri. Ia adalah rasa bangga. Bukan tentang rasa bangga yang ternilai oleh orang lain, melainkan rasa bangga diri sendiri terhadap pencapaian yang dengan penuh pengorbanan bisa kita dapatkan. 

Dan, yang perlu kita ketahui, rasa itu hanya bisa kita dapatkan jika kita mampu menjadi versi terbaik dari kita, bukan versi terbaik menurut orang lain atau pun versi terbaik dari orang lain. Mengapa demikian? Karena setiap diri masing-masing dari kita mempunyai kelebihan serta kekurangan yang berbeda. Tidak akan sama antara orang satu dengan yang lainnya, walau hanya sebatas sifat. 

Rabu, 15 Juli 2020

Rasa yang Terdalam

Setiap dari makhluk yang bernyawa pastilah diberikan rasa. Hanya saja, terkadang satu diantara yang lainnya yang kurang bisa memahami bagaimana rasa tersebut. Yang bisa memahami hanyalah yang menciptakan rasa dan juga yang memiliki rasa.
Jika kita membicarakan tentang rasa yang dimiliki oleh manusia, pastilah semua dari kita memiliki rasa satu ini. Rasa cinta, baik itu cinta kepada keluarga, teman, atau pun pasangan kita.
Pastilah setiap dari kita pernah merasakannya. Tidak akan mungkin jika ada yang mengakui pernah merasakan rasa ini.
Kali ini penulis akan menyampaikan sedikit opininya tentang rasa yang dimiliki oleh pasangan. Karena, rasa ini yang biasanya lebih rumit dari rasa yang lainnya.



_to be continued

Jumat, 19 Juni 2020

Tak Terlihat Yang Begitu Terasa

Bisa karena terbiasa. Mungkin slogan itulah yang bisa mewakili judul diatas. Awalnya memang tidak mudah. Berat dan sesak itu pasti. Bahkan, tak jarang memberikan efek yang kurang baik terhadap bagian lain dari yang seharusnya tidak terlibat dalam masalah tersebut. 
Apakah itu?

Jawabannya adalah hati.

Jika hati bermasalah, terluka atau bahkan merasakan sakit yang suatu saat sampai pada batas maksimal dari titik sakit itu, maka bagian tubuh yang lain pun akan merasakan dampak dari sakitnya.
Itulah mengapa salah satu bagian terfatal yang berada dalam tubuh manusia setelah jantung dan otak adalah hati.
Jagalah hati kita agar tidak merasakan rasa sakit itu dengan menyiraminya setiap hari dengan obat hati yang menyejukkan jiwa. Selalu mendekat dengan Sang Maha Kuasa. Jangan pula terlalu memberikan harapan kita kepada kepada makhluk ciptaan-Nya yang tidak mempunyai sedikit daya apapun. Jatuhkanlah harapan kita hanya kepada Dia yang mempunyai daya, yang bisa memahami kita dengan sangat baik dan yang mampu menolong kita disaat apapun kita. 

Biasakanlah diri untuk selalu berpikiran positive terhadap rencana-Nya dan apapun disekitar kita. 
Rasakan seperlunya dan jangan berlarut terhadap rasa. 




Rabu, 17 Juni 2020

Kerelaan Yang Tertolak

Ketika apapun yang telah kau lakukan dianggap tidak ada harganya, maka tak ada alasan lagi untuk tetap bertahan atau bahkan hanya tinggal didalamnya.
Sudah sepantasnya kau untuk pergi dan mencari yang bisa memberimu penghargaan tersebut atau hanya sekadar memandangmu dengan apa yang telah kau lakukan.
Percayalah, rencana-Nya jauh lebih indah dari apa yang sudah kita rencanakan. Mungkin kau bisa merencanakan apa apa yang akan kau lakukan kedepan namun, pelaksana sesungguhnya dari rencana itu adalah Sang Maha Kuasa. Tak ada yang bisa kau lakukan ketika Dia tidak menghendaki rencanamu itu. Semau akan sia-sia, walaupun kau telah merencanakannya dari tahun tahun sebelumnya.

Jumat, 22 Mei 2020

Dorongan Terdepan

Ego, satu kata yang setiap orang pasti memilikinya. Bukan berarti ketika lebih banyak diam, ini berarti orang tersebut tidak memiliki ego atau pun tidak memiliki keinginan.
Terkadang, ego itu ada bukan untuk selalu kita turuti. Ia juga ada untuk mengukur kemampuan kita dalam mengendalikannya. Karena, ketika yang di inginkan hasrat itu kesemuanya menjadi nyata, maka tidak akan ada yang namanya jerih payah usaha, tidak akan ada yang namanya berat pengorbanan. Semua bisa terwujud dengan sendirinya. Sering pula ego menuntut kita untuk lebih peka terhadap keadaan sekitar dan bisa mengutamakan kepentingan yang lebih penting dan menyangkut banyak orang, bukan hanya tentang diri kita sendiri. Mungkin, bagi sebagian orang mengedepankan ego itu menjadi suatu kenikmatan tersendiri namun, mengesampingkan ego justru bisa dikatakan lebih dari sebuah kenikmatan, melainkan sebuah rasa kepuasan dan kebanggaan karena telah berhasil melawan ego itu sendiri.

Senin, 06 April 2020

Kemelut Uji

Jika kita masih merasakan ujian, itulah salah satu pertanda bahwa kita masih hidup. Sudah sewajarnya yang namanya hidup memang akan penuh dengan uji. Ujian kehidupan yang tak kan sama untuk masing-masing orang, yang pastinya kadar berat dan imbalannya pun berbeda. Jika dalam sekolah, untuk bisa naik kelas maka harus melewati ujian terlebih dahulu, pun sama dengan kehidupan. Jika kau mampu melewati, maka kau akan naik level, namun jika tidak, kau akan terus mendapatkan ujian yang sama.
Lalu, bagaimana cara untuk bisa melewatinya dan bisa naik level? Yaitu dengan belajar. Karena belajar bukan hanya ketika kita di bangku sekolah, melainkan dalam kehidupan juga demikian. Ada kalanya kita harus belajar dari kehidupan,belajar dari sekitar kita, belajar dari hal sederhana yang kita temui dalam keseharian kita.
Apakah sulit? Jawabannya kembali lagi ke masing-masing dari kita. Bagaimana tanggapan serta reaksi kita dalam menghadapi ujian kita. Bergantung pula dengan pola pikir kita. Apakah kita termasuk tipe orang yang mempersulit diri kita sendiri atau kita masuk kedalam tipe orang yang penuh dengan keoptimisan.

Jumat, 14 Februari 2020

White Paper

Dunia ini penuh dengan berbagai macam lika-likunya. Tidak semua putih, pun tidak semua hitam. Ada pula yang berdiri diantara keduanya. Bukan berarti tidak punya pendirian dan tidak memiliki prinsip yang jelas, hanya saja bisa dikatakan tidak sepenuhnya hitam maupun tidak sepenuhnya putih.
Walau hakikatnya, fitrah dari manusia adalah putih, namun banyak faktor yang mempengaruhi seiring dengan pertumbuhannya. Bisa jadi seiring berjalannya waktu, kertas putih itu berubah menjadi hitam secara perlahan karena terlalu banyak mendapat coretan tinta hitam dari sekitarnya.
Lalu, bisakah kembali putih? Jawabannya pasti bisa, walau tidak seputih sedia kala. Namun, setidaknya ini lebih baik daripada menjadi hitam.
Bagaimana caranya? Yaitu dengan menghapus coretan hitam tersebut tentunya. Sedikit demi sedikit menghapus coretan tersebut, agar bisa menjadikan kertas yang semula putih bisa menjadi putih kembali, walau tak seputih saat pertama sebelum menerima banyak coretan.