Rabu, 27 November 2019
Tentang Sebuah Pilihan
Terkadang, bukan perkara kita tidak mampu untuk membedakan mana yang baik ataupun tidak. Tapi, nafsu kita lah yang mengalahkan logika dan juga hati nurani Kita. Nafsulah yang membenarkan apa yang salah menjadi tidak terasa salah. Segala cara dihalalkan demi mencari pembenaran yang hanya supaya terlihat benar dimata manusia. Padahal, pembenaran itu hanya berlaku di dunia, tak kan berlaku sedikitpun di akhirat kelak. Memang benar, melakukan yang salah itu lebih mudah jika dibandingkan menjalankan yang benar. Betul begitu? (Silahkan Komen dibawah jika Ada yang tidak setuju dengan pernyataan penulis). Hanya saja, ketenangan jiwa akan didapatkan jika kita melakukan yang benar. Walau harus tertatih dalam menempuh jalan yang benar tersebut, tapi setelahnya akan terasa sebuah rasa yang begitu tenang, yang membuat rasa sesal ataupun lelah yang sebelumnya dirasakan akan menghilang secara perlahan.
Lalu, harus memilih yang manakah? Tanyakan ke hati nurani anda. Jangan lupakan setiap resiko yang akan anda dapatkan dengan memilih salah satu pilihan tersebut.
Sebenernya, apa topik yang sedang penulis bahas di bagian ini ?
Jawabannya adalah apa saja yang menyangkut benar dan salah.
Silahkan diartikan sesuai pemahaman anda. Penulis yakin apa yang anda pikirkan pastilah satu frame dengan apa yang penulis pikirkan.
Rabu, 18 September 2019
The Branches
Sebagai manusia, kita dilahirkan dengan berbagai macam kelebihan. Yang terkadang, kelebihan satu orang dengan orang yang lain tidaklah sama. Mungkin, bisa dikatakan sama secara general tapi untuk spesifikasi detailnya pastilah akan ada banyak perbedaan.
Begitu pula dengan tipe manusia. Banyak dari kita yang memiliki tipe terfokus, yang hanya bisa mengerjakan pekerjaan satu-persatu. Ada pula tipe yang sering kita dengar adalah multi-tasking, orang dengan tipe ini biasanya bisa mengerjakan pekerjaan lebih dari satu macam dalam satu waktu. Keren ya? Eits...tunggu dulu, masing-masing juga ada kekurangannya lho (based on my version).
Berdasarkan pengamatan dari penulis, biasanya tipe orang terfokus itu memang kerjaannya akan bisa terselesaikan dengan maksimal, dan bahkan mendekati perfect. Biasanya tipe ini juga dimiliki oleh orang-orang perfectionist, yang menuntut kesempurnaan (walau tidak setiap saat). Namun, walau hasilnya maksimal, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya pun akan lebih lama jika dibandingkan dengan tipe orang yang lain. Bisa jadi, ini dikarenakan oleh orientasi hasil yang diinginkan sehingga membuat orang dengan tipe ini benar-benar harus totalitas dengan apa yang dikerjakannya.
Sedangkan, kebalikan tipe dari tipe sebelumnya yaitu multi-tasking, biasanya orang dengan tipe ini kerjaan yang dilakukannya akan bisa dikerjakan dengan lebih cepat, namun terkadang hasilnya kurang maksimal. Ini dikarenakan, banyak pekerjaan yang dikerjakan dalam satu waktu. Memang banyak dari pekerjaannya yang bisa terselesaikan, namun orientasinya bukan pada hasil melainkan kecepatan. Sehingga, hasil dari pekerjaannya pun terkadang dirasa kurang maksimal.
To be continued...
Begitu pula dengan tipe manusia. Banyak dari kita yang memiliki tipe terfokus, yang hanya bisa mengerjakan pekerjaan satu-persatu. Ada pula tipe yang sering kita dengar adalah multi-tasking, orang dengan tipe ini biasanya bisa mengerjakan pekerjaan lebih dari satu macam dalam satu waktu. Keren ya? Eits...tunggu dulu, masing-masing juga ada kekurangannya lho (based on my version).
Berdasarkan pengamatan dari penulis, biasanya tipe orang terfokus itu memang kerjaannya akan bisa terselesaikan dengan maksimal, dan bahkan mendekati perfect. Biasanya tipe ini juga dimiliki oleh orang-orang perfectionist, yang menuntut kesempurnaan (walau tidak setiap saat). Namun, walau hasilnya maksimal, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya pun akan lebih lama jika dibandingkan dengan tipe orang yang lain. Bisa jadi, ini dikarenakan oleh orientasi hasil yang diinginkan sehingga membuat orang dengan tipe ini benar-benar harus totalitas dengan apa yang dikerjakannya.
Sedangkan, kebalikan tipe dari tipe sebelumnya yaitu multi-tasking, biasanya orang dengan tipe ini kerjaan yang dilakukannya akan bisa dikerjakan dengan lebih cepat, namun terkadang hasilnya kurang maksimal. Ini dikarenakan, banyak pekerjaan yang dikerjakan dalam satu waktu. Memang banyak dari pekerjaannya yang bisa terselesaikan, namun orientasinya bukan pada hasil melainkan kecepatan. Sehingga, hasil dari pekerjaannya pun terkadang dirasa kurang maksimal.
To be continued...
Senin, 02 September 2019
Managing the Choice of Life
Terkadang, untuk bisa
menekan ego, kita membutuhkan tekanan yang sudah pasti lebih sering untuk tidak mengenakkan. Tekanan
yang sering meruntuhkan niat awal kita dan membuat kita merasa ingin menyerah
dan menuruti ego kita. Tekanan tersebut adalah paksaan. Paksaan untuk tidak
melakukan apa yang ego kita inginkan.
Benarlah adanya jika
diawal akan melelahkan dan sama sekali tidak menyenangkan namun, dari sinilah
kita belajar untuk meneraturkan apa yang seharusnya ada dalam hidup kita. Bukan
berdasarkan keinginan semata, melainkan berdasarkan skala kebutuhan kita.
Awalnya memang akan
terasa berat, tapi seiring berjalannya waktu, rasa berat itu secara perlahan
akan memudar dan berganti dengan kerelaan.
Apakah serta merta bisa seperti
itu?
Jawabannya sudah jelas,
pasti tidak. Tidak bisa secara singkat bisa menumbuhkan rasa kerelaan itu.
Tentu segala proses perubahan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun
jangan lantas mengurungkan niat kita untuk bisa melakukan perubahan.
Yakinlah bahwa sedikit
demi sedikit apa yang kita lakukan dengan keterpaksaan itu akan berubah menjadi
kebiasaan dan akan menimbulkan kerelaan.
Hanya perlu sedikit waktu
lebih lama untuk bersabar dan mengalah dengan ego kita. Prioritaskan hanya pada
apa yang menjadi kebutuhhan kita, bukan keinginan kita. Karena, jika
berdasarkan keinginan, maka tak akan ada habisnya apa yang kita inginkan
tersebut dan akhirnya akan merugikan diri kita sendiri.
Be wise in managing your
choice of life.
Jumat, 23 Agustus 2019
Hal Sederhana Pengubah Kehidupan
Kehidupan
merupakan satu kata yang mempunyai makna yang luas. Kehidupan adalah suatu
proses yang berlangsung mulai dari manusia pada khususnya dan makhluk hidup
pada umumnya, ketika baru dilahirkan ke dunia hingga akhir usianya/kematian.
Setiap makhluk hidup pastilah mempunyai kehidupan, entah itu manusia, hewan,
atau bahkan tumbuh-tumbuhan. Namun, tentunya antara individu yang satu dengan
individu yang lainnya memiliki perbedaan dalam proses kehidupannya.
Sebenarnya apa tujuan dari hidup
itu? Untuk apa kita hidup? Pertanyaan yang sederhana, tapi jarang dipikirkan,
dan mungkin banyak yang tidak mengetahui tentang tujuan hidup yang mereka
jalani. Ada yang menyebutkan bahwa tujuan hidupnya adalah untuk menggapai
kebahagiaan, namun tujuan hidup yang sebenarnya bukanlah hanya sebatas itu,
tujuan hidup yang sebenarnya bukan hanya memperoleh kehidupan yang bahagia di
dunia namun juga kehidupan yang bahagia di akhirat.
Hidup kita di dunia ini hanya
sekali, jadi pergunakanlah sebaik mungkin agar tidak ada penyesalan setelah
meninggalkan dunia ini. Lakukanlah hal-hal yang berguna bagi kehidupanmu kelak,
janganlah melakukan hal-hal yang tidak berguna apalagi hanya menimbulkan
masalah di dunia ini.
Cara untuk memperoleh kehidupan yang
baik yaitu dengan berpikir ke depan, jangan terpaku dengan kehidupan masa lalu.
Masa lalu hanyalah sepenggal kisah yang seharusnya bisa menjadi pelajaran dan
membuat kita lebih mengerti tentang arti kehidupan.
Indikasi dari kebahagiaan dalam
hidup bukanlah materi. Orang yang mempunyai bnyak materi, tidak menjamin kalau
hidupnya bahagia namun, orang yang jauh dari materi bisa merasakan kebahagiaan
hidup. Sebenarnya, mengapa bisa terjadi seperti itu?
Jawabannya
sederhana, karena hati kita tidak bahagia. Mungkin kebutuhan materi kita
terpenuhi, tapi kebutuhan hati kita tidak terpenuhi. Itulah yang menyebabkan
kita tidak bahagia. Sebenarnya untuk bisa bahagia tidaklah terlalu sulit,
dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat menimbulkan rasa bahagia itu sendiri.
Seperti halnya dengan senyum/tersenyum. Tersenyum adalah hal sederhana namun
bisa membuat kita bahagia. Tersenyumlah disaat apapun itu. Maksud dari “disaat
apapun” disini adalah disaat dimana kita merasakan susah sekalipun. Entah itu
karena masalah atau hal-hal yang membuat kita stres.
Setiap makhluk hidup pastilah
mempunyai masalah, entah itu masalah yang sederhana ataupun rumit. Sangat tidak
mungkin jika ada yang bilang kalau dirinya tidak punya masalah, kecuali orang
yang sudah tidak punya akal, bahkan orang yang tidak punya akalpun mempunyai
masalah yaitu bagaimana caranya untuk tetap hidup.
Penyebab dari masalah tersebut
bermacam-macam, bisa karena faktor intern yaitu faktor yang berasal dari dalam
diri individu, ataupun faktor ekstern yaitu faktor yang berasal dari luar diri
individu. Faktor intern dapat terjadi karena mungkin ada yang salah dengan diri
individu itu sendiri, mungkin ada suatu hal yang menyebabkan individu tersebut
cenderung untuk menimbulkan masalah-masalah yang dapat memuaskan hatinya.
Sebagai contoh, akibat dari broken home, sang
anak mengalami depresi, tertekan dan sebagainya, yang menyebabkan anak tersebut
cenderung untuk melampiaskan kekesalan yang ada dalam hatinya ke orang-orang
atau lingkungan sekitarnya. Sedangkan untuk faktor ekstern, bisa ditimbulkan
karena situasi/kondisi dari sekitar individu yang menyebabkannya melakukan
masalah. Sebagai contoh, ketika seseorang berada dalam lingkungan yang buruk
maka cepat atau lambat orang tersebut akan dapat terpengaruh oleh lingkungannya,
entah itu disadari atau tidak oleh individu itu sendiri, tapi yang jelas
lingkungan tersebut mempengaruhinya baik secara fisik maupun perbuatannya.
Untuk mengatasi masalah-masalah
tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar namun, ada satu hal yang dapat
memberikan stimulus untuk
penyelesaian-penyelesaian selanjutnya. Apakah itu? Yaitu dengan senyum. Dengan
tersenyum otot-otot terutama pada muka akan rileks sehingga dapat mengurangi
rasa stres dan membuat kita dapat berpikir lebih jernih. Dengan berpikir jernih
itulah yang dapat memudahkan dalam menyelesaikan masalah. Serumit apapun yang
sedang kita pikirkan, dengan tersenyum akan menimbulkan ketenangan, walaupun
hanya sedikit.
Ketika banyaknya masalah yang harus
dihadapi, hal itu dapat menyebabkan terjadinya stres. Seseorang yang dalam
kondisi stres biasanya akan melakukan sesuatu yang terlampau batas dan tidak
disadari oleh individu itu sendiri sehingga dapat mengakibatkan sesuatu yang
tidak diinginkan.
Stres bisa terjadi karena
bertumpuknya masalah-masalah yang sebelumnya belum bisa diselesaikan dan
ditambah lagi dengan masalah-masalah yang baru. Sebenarnya jika kita berpikir
tenang, kita dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut secara perlahan
namun, banyak dari kita yang terlebih dahulu berpikiran bahwa masalah tersebut
terlalu sulit untuk diselesaikan, sehingga yang ada hanyalah berbagai macam
asumsi-asumsi rumit yang terjadi di dalam otak. Seharusnya kita bisa
menyelesaikan masalah-masalah tersebut namun karena pola pikir kita yang terlebih
dahulu menyimpulkan sulit/tidak bisa, maka timbulah hal tersebut. Mungkin
ketika dalam kondisi stres kita tidak serta merta bisa berpikir tenang namun,
cobalah awali dengan tersenyum, maka setidaknya rasa sulit itu akan perlahan
menghilang. Senyum adalah penghilang stres yang sederhana. Jika sedang dalam
masalah, usahakan untuk tidak cemberut namun, berusahalah untuk tersenyum.
Hidup ini hanyalah sekali dan jika
tidak dimanfaatkan dengan baik, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa.
Masalah memang pelengkap kehidupan, jika tidak ada masalah, hidup ini tidaklah
bermakna, hidup ini tak akan menyenangkan. Kalau diibaratkan, masalah adalah
garam dalam masakan, memang tidak seberapa tapi jika tidak ada itu, maka
rasanya akan hambar atau kurang. Begitu pula dengan hidup, hidup ini tak akan
lengkap tanpa adanya masalah. Masalah pula yang membuat kita menjadi dewasa.
Tanpa adanya masalah, kita hanyalah seorang anak kecil yang tidak memiliki
tanggungan untuk hidupnya sendiri, dan segala sesuatunya masih bergantung pada
orang lain, tidak mampu melakukan apa-apa, dan hanya bisa mengandalkan orang
lain. Dengan adanya masalah, kita dapat berpikir untuk menyelesaikan
masalah-masalah tersebut, sehingga dapat membuat kita lebih berpikir maju.
Kebanyakan dari orang besar atau
orang hebat adalah orang yang terlahir
dari berbagai situasi dan kondisi yang tidak mudah. Namun, karena kerja
kerasnya, mereka dapat keluar dari situasi dan kondisi tersebut dan dapat
mengubah diri mereka menjadi orang besar. Orang besar tidak terbentuk begitu
saja, melainkan melaui proses yang cukup panjang.
Janganlah
menyerah dengan keadaan, terlebih dengan masalah. Masih ingatkah bahwa Tuhan
tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya? Janji itu benar
adanya, Tuhan tidak pernah berdusta dengan apa yang telah dijanjikannnya.
Begitu pula dengan masalah yang sedang kita hadapi. Masalah tersebut merupakan
pemberian dari Tuhan yang tak mungkin Tuhan memberikannya jika kita tidak mampu
untuk menghadapinya. Tetaplah yakin, pasti masalah itu akan terlewati, asal
kita tetap berpikir tenang dan tidak mengambil keputusan saat dalam kondisi
marah, karena segala sesuatunya bisa tak terkendali ketika dalam kondisi marah.
Saat hendak marah, tenanglah dan kemudian tersenyumlah, maka perlahan amarah
itu akan hilang. Tetaplah semangat untuk menjalani kehidupan, karena disetiap
cobaan pasti akan ada hikmah yang dapat kita ambil.
Waktu akan terus berjalan, dan jika
kita tidak mampu untuk memanfaatkan waktu dengan baik, maka kita akan rugi.
Yang namanya penyesalan datangnya pasti pada waktu akhir, bukanlah penyesalan
jika datangnya diawal. Namun, jika sudah seperti itu, janganlah kita terlalu
lama terpaku dengan penyesalan. Sedalam apapun rasa penyesalan, itu tak akan
mengubah sesuatu yang telah terjadi, sesuatu hanya bisa berubah jika kita
melakukan tindakan. jika kita hanya berdiam diri dan menyesali apa yang sudah
terjadi, itu tidak akan berguna. Yang perlu kita lakukan untuk mengubah yang
telah terjadi adalah dengan wujud nyata seperti tindakan.
Agar dapat bertindak, tentunya hal
pertama yang harus kita lakukan adalah dengan menata pikiran kita. Terlebih
dahulu kita harus membuang pikiran-pikiran negatif yang dapat menghambat jalan
pikiran kita. Kita harus selalu optimis. Jangan biarkan pikiran-pikiran negatif
atau pesimis ada dalam otak kita, karena jika yang ada dalam pikiran kita
adalah pikiran-pikiran positif dan optimis, maka dalam penyelesaian masalah pun
akan terasa lebih mudah.
Selain
itu janganlah lupa untuk meminta pertolongan atau berdo’a pada Sang Maha Pembuat
kehidupan, karena seberapapun kuatnya usaha kita, itu tidak akan berarti tanpa
ridho dari-Nya.
Selain berdo’a, kita juga perlu
menjaga hati kita. Tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak perlu untuk
dipikirkan. Pikirkanlah hal-hal yang menjadi prioritas kita. Bersyukurlah
dengan apa yang kita punya sekarang, belum tentu orang lain bisa mendapatkan
apa yang telah kita dapatkan sekarang ini, belum tentu orang lain bisa
mendapatkan kesempatan yang sama seperti kita. Janganlah mengeluh, syukuri
segala apa yang ada, karena Tuhan pasti akan memberikan apa yang terbaik untuk
kita.
Untuk menjalani kehidupan memang
tidaklah mudah, banyak tantangan serta rintangan yang menghadang namun, kita
harus yakin segala sesuatu pasti ada jalan penyelesaiannya. Jalan awal dalam
menyelesaikannya yaitu dengan senyum. Itulah hal sederhana yang tidak
membutuhkan biaya, hal sederhana yang tidak membutuhkan tenaga, serta hal
sederhana yang dapat membuat kita bahagia dan dapat mengubah kehidupan kita.
Diibaratkan dari yang semula tidak berwarna menjadi penuh warna, dari yang
semula terlalu rumit menjadi tidak sulit untuk dilalui. Tersenyumlah disaat
susah maupun senang. Disaat susah mungkin kita akan mengalami kesulitan untuk
tersenyum, rumitnya permasalahan yang ada diotak membuat kita tidak bisa tersenyum
namun, cobalah untuk mengubah kebiasaan tersebut, seberat apapun permasalahan
itu, cobalah untuk tersenyum. Dengan begitu dapat mempermudah kita dalam
menemukan cara untuk jalan penyelesaian
selanjutnya. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, hal sederhana yang
dapat mengubah kehidupan kita yaitu dengan tersenyum. Maka dari itu, tersenyumlah. Maka hidupmu akan
berubah.
Kamis, 18 Juli 2019
Kau Pasti Mampu
Apa yang terjadi
hingga saat ini, barang sekecilpun tak luput dari awasan-Nya, semua memang
sudah rapi tertata. Tak ada kebetulan, melainkan sudah tertulis di lauhul
mahfudz-Nya. Semua ini adalah takdir, takdir yang harus kau hadapi.
Kau pun pasti sudah
paham bahwasanya Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan
umat-Nya. Jika yang kau hadapi adalah seperti ini adanya, berarti memang Allah
yakin jika kau akan mampu untuk melewatinya. Yang membuat berat adalah anganmu.
Yang membuat berat adalah pikirmu. Semua pasti akan bisa kau lewati jika kau
berpikir bisa untuk melewatinya.
Apa yang kau hadapi
ini tidaklah sebanding dengan apa yang orang lain alami. Orang yang harus
berpikir untuk bertahan hidup dalam beberapa detik kedepan, orang yang harus
berjuang melawan rasa sakit yang telah lama bersarang ditubuhnya, orang yang
harus tetap bertahan dengan banyak kekurangan dan ketidakmampuan, orang yang
harus bertahan dari kedzaliman orang-orang yang lalim, dan masih banyak lagi orang
yang lebih berat cobaannya daripadamu.
Maka, masihkah kau
akan menyerah???
Hal pertama yang
harus kau lakukan adalah percaya. Percaya bahwa kau berada di jalan yang benar.
Jalan yang insyaaAllah akan mengantarkanmu ke Jannah-Nya kelak. Dengan begitu,
kaupun akan percaya jika Allah itu benar adanya. Allah tidak tidur. Dia akan
selalu bersama dengan hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa, dan semoga kau
adalah salah satu diantara mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)